Jumat, 08 Agustus 2008

Apa itu Antropologi dan Kebudayaan?

Antropologi

Antropologi meneliti kebudayaan sebagai gagasan, ide, aturan, kognitif dsb. yang bersifat abstrak. Untuk mengetahui sifat kebudayaan yang abstrak tersebut maka perlu melihat yang konkrit yaitu tindakan yang diwujudkan oleh manusia pendukung budaya yang bersangkutan, karena tindakan manusia tersebut mengacu pada pedoman yang dipakai bersama yang bersifat abstrak itu.

Tindakan yang muncul yang tampak secara nyata di arena sosial tentunya didasari pada pengetahuan untuk bertindak, dimana pengetahuan untuk bertindak tersebut ada di dalam kepala manusia itu dan diorganisasi dalam bentuk simbol-simbol. Dengan melakukan metode observasi (melihat dengan nyata tindakan yang tampak yang diwujudkan oleh manusia)serta menanyakan secara mendalam kepada manusia yang mewujudkan tindakan tersebut dan ikut dalam aktivitas yang mewujudkan tindakan ybs. (partisipasi) maka si ahli antropologi dapat merekonstruksi simbol-simbol apa yang menjadi acuan dalam bertindak yang diwujudkan oleh manusia yang bersangkutan. Tentunya wawancara yang dilakukannya adalah wawancara yang mendalam yang pertanyaannya bersumber dari jawaban dari informan yang dihadapinya sehingga hanya digunakan pedoman wawancara.

Yang demikian tentunya mencari substansi dari tindakan yang ditelitinya sehingga menjadikannya sebagai penelitian yang kualitatif. Hal ini dilakukan oleh antropologi karena ilmu ini berusaha merekonstruksi pedoman (budaya) dari suatu masyarakat dengan menggunakan masyarakat itusendiri sebagai sasaran dan alat yang dipakai sehingga bersifat kualitatif. Karena setiap ahli antropologi menggunakan metode kualitatif karena usahanya untuk merekonstruksi kebudayaan manusia, maka setiap usaha mencari pemecahan masalah sosial dengan menggunakan kualitatif adalah juga identik dengan antropologi. Hal ini juga sama artinya dengan setiap kualitatif adalah etnografi, atau sebaliknya setiap etnografi pasti kualitatif. Etnografi dilihat dari kata asalnya etno dan grafi, artinya menggambarkan (grafi) sukubangsa etno). Gambaran sukubangsa berarti gambaran tentang kebudayaan manusia tersebut dalam konteks kesukubangsaan.

Kebudayaan

Kebudayaan adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia kebudayaan diciptakan untuk mempermudah manusia dalam menjalani kehidupannya. Kebudayaan tidak akan ada tanpa manusia, sebaliknya manusia tanpa kebudayaan tidak akan bisa bertahan dalam mengarungi kehidupan. Etimologi kebudayaan atau culture berasal dari kata sanskerta yaitu “ buddhayah” yaitu bentuk jamak dari “buddhi” yang berarti budi atau akal . Jadi dapat disimpulkan bahwa kebudayaan adalah hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Namun ada sarjana lain yang menyatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi-daya. Karena itu ia membedakan antara budaya dengan kebudayaan . Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa. Sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, rasa dan karsa itu sendiri.

Dari pengertian asal kata dari kebudayaan diatas, banyak para ahli yang memberikan defenisi tentang kebudayaan,antara lain sebagai berikut :
1. Kebudayaan memberikan gambaran mengenai kebudayaan, adapun kebudayaan itu adalah keseluruhan sistim atau gagasan, ide, action, artifact dalam masyarakat yang dijadikan sebagai milik bersama dengan cara belajar untuk memiliki kebudayaan.
2. Menurut Sultan Takdir Alisyahbana kebudayaan adalah manifestasi dan cara berfikir yang dipakai dan mempengaruhi manusia.
3. Di dalam buku Asas-asas Sosiologi ( 1958 ) Djojodigono memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.
4. Kebudayaan menurut Mangunsarkoro adalah segala yang bersifat hasi kegiatan manusia dalam arti yang seluas-luasnya.
5. Sidi Gazalba memberikan gambaran yang lain tentang kebudayaan dengan mengatakan bahwa kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segala kegiatan manusia yang membentuk kesatuan social dengan suatu ruang dan suatu waktu.
6. Moh. Hatta memberikan definisi singkat mengenai apa itu kebudayaan yang mengatakan kebudayaan itu adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa.
7. Seorang Antropolog Amerika Ralph Linton ( 1839-1953 ) memberikan definisi mengenai kebudayaan yaitu “ Man’s social heredi “ yang artinya sifat social yang dimiliki oleh manusia secara turun temurun.
8. J.P.H. Dryvendaf memberikan pendapat mengenai definisi kebudayaan, bahwa kebudayaan itu adalah kumpulan dari letusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu mansyarakat tertentu.
9. R. Linton mendefinisikan kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil dari perilaku tersebut, yang kemudian unsure-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh kelompok masyarakat tertentu.
10. Dalam buku “age of the Gods” Dawson memberikan definisi mengenai konsep kebudayaan bahwa kebudayaan itu adalah cara hidup bersama (culture is common way of life).
11. E.B. Tylor dalam buku yang berjudul Primitive Culture memberikan sebuah pandangan mengenai kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan yang lain serta kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai anggota masyarakat.
12. W.H.Kelly memberikan sebuah definisi bahwa kebudayaan itu adalah sebuah pedoman yang potensial bagi tingkah laku manusia.
13. Melville J. Herskovits yang merupakan seorang Antropolog Amerika memberikan definisi mengenai kebudayaan bahwa kebudayaan itu adalah bagian dari lingkungan bantuan manusia (Man made past of the eviroment)

Pengertian tersebut merupakan sebagian kecil dari defenisi kebudayaan yang dikemukakan oleh para ahli yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. Adapun yang mengumpulkan defenisi kebudayaan dari berbagai ahli tersebut adalah A. L Kroeber dan C. Kluckhohn yang berhasil mengumpulkan 160 defenisi kebudayaan menurut para ahli.

Kebudayaan memiliki beberapa wujud, yaitu :
1. Wujud Ideal, yaitu berupa sesuatu yang abstrak yang tidak bisa disentuh, diraba ataupun diobservasi, karena terletak dalam pikiran manusia, seperti ide, gagasan dan pemikiran.
2. Wujud Tindakan atau prilaku, yaitu yang membahasa mengenai tingkah pola tindakan dari manusia itu sendiri, hal ini berhubungan dengan aktivitas manusia dalam melakukan interaksi, hubungan, bergaul dengan orang lain yang berlangsung dari detik demi detik, minggu demi minggu bahkan berlangsung tahun demi tahun. Adanya interaksi ini kemudian menimbulkan tata nilai yang mempengaruhi dan mengatur tingkah dan pola manusia dalam melakukan interaksi sehingga dapat menimbulkan sebuah budaya dalam pergaulan.
3. Wujud Material, yaitu berupa hasil atau kebdayaan fisik dari adanya wuud diatas, wujud ideal membangun pandangan hidup , wujud tindakan mengatur aktivitas hidup yang selanjutnya dapat menghasilkan buday-budaya material yang hasilnya dapat dilihat, dirasa dan dinikmati.

Setiap bangsa di dunia memiliki kebudayaan masing-masing yang brbeda dengan kebudayaan bangsa lainnya. Namun, segala bentuk kebudayaan tersebut terdapat beberapa unsure kebudayaan yang selallu dimiliki oleh masing-masing kebudayaan tersebut, yang selanjutnya dikenal dengan istilah “ 7 unsur kebudayaan universal”. Adapun ketujuh unsure kebudayaan tersebut adalah :
1. Bahasa
2. Sistem Pengetahuan
3. Sistem religi
4. Sitem Sosial Kemasyarakatan
5. Sistem Teknologi
6. Sistem Mata Pencaharian
7. Kesenian

Kebudayaan bersifat dinamis, selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Terjadi penyempurnaan yang dilakukan untuk menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Semakin bertambahnya tantangan hidup manusia dari waktu ke waktu maka kebutuhan untuk mengatasi tantangan tersebut akan terus berkembang.

Dalam kehidupan manusia terjadi proses perubahan dari waktu zaman batu- zaman perunggu dan besi – zaman modern. Berkembangnya kebudayaan tidak terlepas dari berkembangnya ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan kebudayaan. (Sumber: Koentjaraningrat, Pengantar Antropologi, Jakarta: Rineka Cipta)

Tidak ada komentar: